Sabtu, 20 Juli 2019

Situs boso


Berawal dari sebuah tayuh saat melakukan perjalanan asrtal disalah satu situs di kediri.
Tergambar jelas seorang tokoh wayang, layaknya kita menonton film di bioskop. Ialah seorang tokoh begawan mintorogo yang sebelumnya juga sudah saya visualisasikan menjadi lukisan di rumah saya.


Tanpa pikir panjang saat kopdar bersama temen - temen asta gayatri, dan kebetulan saat itu kedatangan tamu dari kepala suku mahija wengker yaitu kang ari tyas. Saya langsung menanyakan kepada para pendekar mblusuk yaitu kang heyu selaku ketua asta gayatri dan kang miko selaku sesepuh. Apakah ada suatu batu bergambar tokoh wayang?. Kebetulan momentum pembahasan waktu itu juga pas. Jadi mereka juga langsung memberi tahu tentang keberadaan batu tersebut.

Situs watu wayang, adalah sebuah batu besar bergambar tokoh wayang yang berada di lereng bukit sebuah gunung dan di sebuah hutan bernama alas boso. Dan untuk kesini medannya lumayan sulit. Karena harus menyebrangi aliran sungai dan harus memanjat sebuah tebing kurang lebih tingginya tiga meteran.

Ditemani seorang temen dan anaknya yang notabene hobbynya sama yaitu perjalanan spiritual, akhirnya sampailah kami di situs watu wayang.
Entah itu sosok begawan mintorogo (arjuna) ato bukan, karena saya bukan pakarnya wayang. Karena untuk melukis atau menggambar sebuah gambar wayang itupun ada pakem / aturannya. Tapi dalam hati, saya tetap meyakini bahwa situs ini adalah gambaran seorang tokoh begawan mintorogo atau arjuna.







Bagi yang ingin mengunjungi... Silahkan klik PETA LOKASI


Sepulang dari situs watu wayang, kami pun mampir ke prasasti boso.
Kebetulan yang letaknya tak jauh dari situs watu wayang. Berada dikebun karet alas boso dan dekat aliran sungai yg ber air terjun.
Sayang tak ada jupel yg merawat.
Terus terang, prasasti boso adalah termasuk daftar situs terfavorit dan sering saya kunjungi.
Karena sangat cocok buat perjalanan astral. Dan juga sudah saya posting di facebook juga.






Prasasti yang di tuliskan pada sebuah batu dengan Huruf kwadran kadiri yang Berisikan dengan  "Jatyahatrama"...... yang berarti Kejujuran Keperdulian terhadap rama (guru), hal ini sesuai dengan isi Dasasila yang menyatakan adanya patuh terhadap guru (gurususrusa).

Monggo yang ingin kesini klik PETA LOKASI

Bagi yang ingin tau seperti apa kondisi lokasinya. Silahkan tonton vidionya diatas...

Cuption..
Hidup ini bisa diibaratkan layaknya kita sedang mengendarai sepeda.
Coba kamu hanya duduk di atas sepeda dengan kedua kaki terangkat di sadelnya tanpa sedikit pun bergerak.
Apakah kamu bisa tetap bertahan di atas sepeda itu? Kamu pasti akan oleng dan akhirnya akan jatuh. Begitu pula dengan hidup.
Jika kamu hanya berdiam diri di satu titik dan tidak mau bergerak, maka lama kelamaan kamu akan jatuh juga.
Kamu tidak akan bisa meneruskan hidupmu jika kamu hanya diam.

Kamis, 18 Juli 2019

SITUS SELOKAJANG


Mblusuk pun terjadi lagi setelah vakum buberapa Waktu. Kali ini saya mblusuk lagi di daerah blitar tepatnya desa selokajang. Memang, sekitar 80% dokumen mblusuk sudah terkumpul sekitar tahun 2016 - 2017 lalu.
Tak lepas dari cerita rakyat tentang Desa selokajang. Sekilas cerita, bahwa dulu ada seekor ular bernama atau berjenis Puspo kajang yang melingkari sebuah arca / batu(bahasa jawanya selo). Sehingga desa tersebut dinamakan selokajang.


Puspukajang ialah Ular yang memiliki kulit loreng loreng dan sangat cantik, menariknya kulit ketika di sinari dengan senter  terkadang bercahaya unik.
Ular jenis ini bisa tumbuh dan besar sampai panjangnya lebih dari tujuh meter dan berat 80 kg. Dengan panjang yang demikian bila di tangkap atau di pegang jelas tak kuat bila hanya satu orang saja.
Ular puspokajang BISA atau racunnya tidak seganas ular weling atau kobra yang dapat mematikan ketika menggigit.  Ular ini juga memiliki tenaga sangat kuat sehingga bila melilit bisa meremukan tulang yang di lilitnya.
Meskipun termasuk binatang buas, tetapi bila di pegang dan di tangkap dengan cara lembut dan penuh perasaan, juga dapat jinak bahkan tidak meronta-ronta, namun bagi anda yang sangat takut, yaa jangan coba-coba menangkapnya.

Desa Selokajang memiliki banyak peninggalan - peninggalan artefak komponen suatu candi. Dan saya menduga, di desa ini ini dulunya adalah reruntuhan sebuah bangunan candi yang besar. Namun sayangnya sulit teridentifikasi tentang era karajaan apa dan masa pemerintahan siapa. Karena tidak ditemukan inskripsi maupun prasasti di desa ini. Meskipun ada arca yang bisa diperkirakan tentang era siapa dan masa siapa, namun saya tidak bisa memperkirakan. Karena bukan paknya juga bukan pakarnya bin masternya. Karena cuma hoby blusukan.

Beberapa komponen penyusun candi ini tersebar meluas dan merata di desa tersebut. Dan mayoritas warga juga sudah tahu tentang peninggalan batu - batu tersebut. Dengan edukasi yang saya berikan (setengah pemblawuran sejarah) akhirnya warga pun mengerti tentang betapa berharganya benda - benda tersebut. Dan bersedia menjaga benda - benda tersebut dari tangan cacat (up normal) alias panjang tangan alias maling dan paranormal sok suci.
Berikut peninggalan - peninggalan artefak yang terdapat di desa tersebut.

1. Lesung
Menurut pak adi selaku juru kunci, batu ini selalu berbunyi ketika desa ada hajatan.


2. Batu berbentuk L
Punden buto ijo, begitulah warga menyebutnya. Tepat dibarat punden ini jarak satu jengkal dulunya ditemukan struktur bangunan candi dari bata kuno yang terkenal besar. Namun sudah diuruk kembali, karena oleh sang pemilik, tanah digunakan untuk bercocok tanam.





3. Batu candi di seputaran punden mbok rondo nguri
Beberapa balok batu andesit yang tersebar. Foto hasil jepretan sang guru pribadi yaitu mas Ferry Riyandika.





4. Batu candi dan batu bata kuno di punden abu khanifah
Mbah abu khanifah dipercaya masyarakat setempat sebagai penyebar agama islam di desa selokajang. Sehingga di makamkan di desa selokajang dan di pundenkan oleh masyarakat setempat. Terdapat batu bata kuno dan balok batu andesit yang jumlahnya rumayan banyak disini. Karena tersebar luas hingga radius hampir 100 meter ke arah utara dan barat.






5. Kala, dwarapala dan antefix di halaman rumah warga
Menurut pemilik rumah yang konon katanya juga seorang resi, arca - arca ini dulunya berasal dari sawah desa tersebut.









6. Goa tumpuk
Sebuah goa yang berada di Bawah bukit kecil warga sekitar menyebutnya gunung tumpuk. Makany goa ini dinamai goa tumpuk. Lokasi goa juga berdekatan dengan aliran sungai brantas.
goa ini merupakan goa alam yg memiliki ruangan yg luas di dalam goa terdapat sebongkah batu besar dan di dinding goa terdapat beberapa ruangan kecil dan sebuah lubang kecil sebagai ventilasi udara,menurut warga goa ini katanya angker karena berdekatan dengan (bong) makam cina dan makam umum.





Cuption...
Hatimu belum hidup.
Kalau belum pernah mengalami rasa sakit. Rasa sakit karena cinta akan membuka hati, bahkan bila hati itu sekeras batu.

Kamis, 11 Juli 2019

Situs tanjungsari kota blitar



Berawal dari membenahi listrik malam hari dirumah salah seorang warga Kelurahan tanjungsari Kota blitar, saya menemukan balok batu candi dengan ukuran besar. Maklum, kerja saya dibidang kelistrikan Rayon Blitar. Dan dengan rasa penasaran, seketika itu saya langsung menanyakan asal mula batu tersebut di dapat kepada si pemilik rumah.
Setengah jam bercerita, akhirnya si pemilik bersedia mengantarkan saya melihat asal mula batu tersebut di dapatkan. Yang menurutnya dulu adalah sebuah candi besar. Karena selain balok - bolok batu tersebut, dulu banyak batu bata dengan ukuran besar juga banyak arca yang ditemukan. Selain itu ditemukan pula gerabah dan juga pusaka.



Malam itu juga saya langsung WA sang suhu pribadi mas ferry riyandika perihal situs tersebut. Tanya dan bertanya kepada beliau, dan ternyata beliau belum peenah tau tentang situs tersebut. Padahal lokasi rumah dengan situs tersebut kurang lebih hanya sekitar 3km. Dan data dari belanda baik OJO maupun KITLV tidak ada tentang situs tersebut.
Keesokan harinya sepulang kerja pukul sembilan, saya langsung menculik sang suhu guna melihat situs tersebut. Dan ditemani pula oleh sang pangeran kecil yaitu putra dari sang suhu yang bernama bhatara ammar.

Sesampainya dirumah pak imam, sedikit cerita kembali mengenai situs tersebut. Dan tak selang berapa lama bercerita, beliau menunjukkan asal mula baru tersebut.

Ternyata banyak sekali bertebaran batu bata dengan ukuran besar dan juga fragmen arca, yang dibuat ganjal pagar tetangga pak imam. Ditemukan pula sebuah lingga semu dibawah pohon beringin kecil. Menurut pak imam,batu bata tersebut diperolehnya juga dari situs tersebut.






Dan ketika melihat sebuah bangunan berdiri kokoh di atas situs tersebut kami pun shock. Sungguh sangat menyayangkan. Tapi ya bagaimana lagi kalo berhubungan dengan hak milik.





Dan dulu sewaktu benahi listrik di kelurahan bendo, saya juga menemukan sebuah arca jaladwara. Menurut  si pemilik, arca tersebut didapatkan juga dari kelurahan tanjungsari.
Jadi, sebuah banguan apakah dulunya tanjungsari ini?
Apakah pendharmaan, apakah petirtaan dan apakah pula punden berundak?
Eeeiiiits.... Jadi ingat sesuatu...
Siapa ya yang di dharmakan di tanjung?
Ayo sinau, ojo mung selfi....


Cuption.
Saat aku mencintaimu, aku terhanyut.
Denganmu pernah sudah kulewati saat-saat indah.
Tapi kebencianku padamu yang kurasakan saat ini, punya lebih banyak keindahan di dalamnya.
Beginilah caraku tuk mencintaimu.
Yaitu membencimu agar membuatmu lebih bahagia.
1 alasan kenapa aku membencimu, karena hanya orang yang terlalu, amat sangat dan paling mencintaimu, adalah yang mampu membunuhmu.